Mengapa Gunung Uhud menjadi landmark dalam biografi dan sejarah Islam Nabi Muhammad?

Jeddah: Gunung Uhud adalah gunung yang menghadap Madinah dari utara. Panjangnya tujuh kilometer, lebar dua sampai tiga kilometer dan tinggi sekitar 350 meter. Gunung itu hampir lima kilometer dari Masjid Nabawi di Madinah.

Keutamaan Gunung Uhud yang paling besar Madinah dan nubuatan besar Nabi Muhammad (saw) yang berjalan di kaki Gunung bersama sahabatnya (semoga Allah meridhoi mereka).

Gunung itu menjadi saksi pertempuran Uhud yang terjadi pada tahun ketiga Hijrah. Itu adalah pertempuran yang menentukan di awal penyebaran Islam dan hijrah Nabi Muhammad (saw) dari Makkah ke Madinah.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Gunung Uhud mencintai kami dan kami menjalankan, itu ada di atas Gerbang Surga” (Sahih al-Bukhari).

Dataran pegunungan yang berisi kuburan 70 sahabat Nabi (ra dengan mereka), yang menjadi martir selama Pertempuran Uhud. Akibatnya, Gunung Uhud dan datarannya sebagai salah satu landmark dalam Biografi Nabi Muhammad (saw) dan sejarah Islam.

Gunung yang berbatu ini didominasi oleh warna merah serta hijau tua dan hitam.

Secara geologis, Gunung Uhud terbentuk dari batu granit merah dan memiliki banyak puncak, beberapa dataran tinggi dan rawa-rawa yang merupakan lubang-lubang alami di gunung yang menyimpan air yang mengalir dari puncaknya.

Gua Uhud yang terbentuk secara alami, di sisi Gunung Uhud menghadap Masjid Nabawi, adalah tempat berlindung Nabi Muhammad (saw) setelah terluka selama Pertempuran Uhud. Gua ini berjarak 100 meter dari masjid tempat Nabi melakukan salat Dzuhur dan Ashar, dan berjarak satu kilometer dari Gunung Rumah.

Gunung Rumah adalah gunung kecil di sebelah utara Gunung Uhud. Di sinilah Nabi Muhammad menempatkan pemanah selama Pertempuran Uhud dengan peraturan ketat untuk tidak bergerak.

Ada beberapa pendapat mengapa gunung itu disebut Uhud. Ada yang bilang disebut Uhud terpisah dari gunung lain di sekitarnya. Dikatakan juga bahwa gunung tersebut dinamai Uhud karena Nabi dan sahabatnya berperang di sampingnya untuk mendukung Tauhid (tauhid).

Ada tertulis bahwa Gunung Uhud disebut “Anqad” pada masa pra-Islam. Dilaporkan juga bahwa gunung tersebut dinamai seorang pria raksasa bernama Uhud, yang pernah tinggal di daerah tersebut.

Beberapa buku sejarah Islam menyatakan bahwa Raksasa adalah orang tertua yang mendiami Yathrib (selanjutnya disebut Madinah). Mereka adalah orang pertama yang menanam, membangun, dan membangun benteng di Madinah. Mereka adalah keturunan putra Arphaxad, putra Sam, putra Nuh (saw).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *